Pahlawan ekosistem muda Indonesia yang patut diperhatikan pada tahun 2026: Terpilih sebagai Restoration Stewards

Share:

29 Jan 2026

Untuk keenam kalinya, Global Landscapes Forum akan mendukung pengembangan program dan dampak restorasi yang dipimpin anak muda di berbagai belahan dunia. Gusti Ayu, pegiat lingkungan dari Bali, merupakan salah satu anak muda yang terpilih di antara lebih dari 1250 pendaftar. 

Bonn, Jerman (29 Januari 2026)Global Landscapes Forum (GLF), platform dan komunitas terkemuka yang berfokus pada penggunaan lahan berkelanjutan, telah memilih lima ahli muda dari berbagai belahan dunia untuk membentuk angkatan keenam Restoration Stewards. Mereka memimpin proyek-proyek di komunitas akar lamun untuk memulihkan lautan di Indonesia, daerah kering di Brasil, pegunungan di Kamerun, hutan di Peru, dan rawa-rawa di Uganda.  

Program Restoration Stewards, yang dijalankan oleh GLF dan Youth in Landscapes Initiative (YIL), mendukung sekelompok inovator setiap tahun berusia antara 18 dan 35 tahun. Pada tahun 2026, program ini akan membantu memperluas inisiatif mereka dengan menghubungkan mereka dengan mentor-mentor, serta menciptakan peluang jaringan lokal dan internasional. Setiap steward juga akan menerima dukungan pendanaan sebesar EUR 5.000, peluang belajar yang disesuaikan, partisipasi dalam forum kebijakan, dan sorotan global.  

“Program Restoration Stewards didasarkan pada kebenaran sederhana: pemuda di seluruh dunia sudah mendorong batas-batas kemungkinan dalam pengelolaan bentang alam, kepemimpinan komunitas, dan pemulihan ekosistem. Tugas kami adalah mencocokkan keberanian dan kreativitas mereka dengan sumber daya, kepercayaan, dan perhatian.” – Eirini Sakellari, Koordinator Program Youth di Global Landscapes Forum.  

Dipilih dari lebih dari 1.250 pelamar di seluruh dunia, para Restoration Stewards 2026 mewakili kekuatan generasi muda yang beraksi bersama komunitas mereka untuk melestarikan bentang alam mereka sebagai bagian dari jaringan global:  

Peduli terhadap laut dan menjaga keseimbangan kehidupan  

Gusti Ayu Made Mirah Rismayanti adalah Restoration Steward Laut 2026. 

Lulusan ilmu kelautan, Ayu bekerja dalam konservasi dan pemulihan ekosistem pesisir dan laut di Pantai Mertasari, khususnya padang lamun, yang semakin terdegradasi di sepanjang pantai Bali akibat tekanan manusia dan perubahan lingkungan.  

Ia bertindak sebagai koordinator pemetaan laut di Yayasan Bendega Alam Lestari, mendukung pemulihan padang lamun berbasis data dan memberikan masukan untuk strategi konservasi serta pengambilan keputusan berkelanjutan.  

Pendekatannya dalam restorasi menggabungkan pemetaan pesisir, penelitian karbon biru, metode berbasis ilmu pengetahuan, serta partisipasi dan pendidikan masyarakat, melibatkan nelayan lokal, sukarelawan, dan kelompok pesisir lainnya.   

Melalui upaya yayasan untuk membalikkan penurunan kesehatan ekologi Bali, Ayu melakukan penanaman kembali spesies lamun laut asli yang sehat beserta substrat alaminya untuk memulihkan area yang terdegradasi. Pendekatan pemulihan berbasis ilmu pengetahuan ini meningkatkan prospek keberhasilan penanaman dan kelangsungan hidup lamun laut.  

“Merawat laut berarti menjaga keseimbangan hidup. Melalui Nyawiang Segara, kami berjalan bersama masyarakat pesisir agar alam tetap terjaga, penghidupan terus bergerak, dan kebersamaan tumbuh secara bekerlanjutan.” – Gusti Ayu Made Mirah Rismayanti, Restoration Steward Laut 2026. 

Rekan Restoration Stewards 2026  

  • Breno Amajunepá, Restoration Steward Lahan Kering 2026, Brasil: “Saya ingin masa depan di mana Bumi diperlakukan sebagai bagian dari kita dan bukan sebagai sumber daya.”  
  • Lizet Mejía, Restoration Steward Hutan 2026, Peru: “Pemulihan yang dipimpin oleh generasi muda berarti menanam benih masa depan hari ini: menyembuhkan Bumi, memperkuat komunitas, dan berdamai dengan alam yang menopang kita.”  
  • Ndumbe Knollis Mokake, Restoration Steward Gunung 2026, Kamerun: “Saya memiliki kewajiban untuk mengubah ekosistem pegunungan kita dan membayangkan masa depan di mana pegunungan itu bernapas kembali, sungai mengalir dengan deras, dan generasi muda memilih pemulihan daripada eksploitasi. Hari ini, saya tidak hanya menanam pohon dan memulihkan lanskap pegunungan, tetapi juga memulihkan harapan dan martabat untuk generasi mendatang.”  
  • Syliah Kagiiga, Restoration Steward Lahan Basah 2026, Uganda: “Saya membayangkan komunitas di mana tanah yang hancur menjadi sumber kehidupan kembali, di mana generasi muda membangun masa depan yang bermartabat melalui pemulihan, di mana alam dan manusia sembuh bersama, dan di mana setiap lubang yang ditinggalkan menjadi bukti bahwa kehancuran bukanlah akhir dari cerita.”  

 

Restoration Stewards 2026

 

Gusti Ayu Made Mirah Rismayanti, Restoration Steward Laut 2026.

 

Pantai Mertasari. Transplantasi Lamun bersama mitra dan perempuan-perempuan yang peduli kepada lingkungan. Transpantasi ini dilakukan bersama KUB Nelayan Mina Suka Werdhi. Transplantasi 1000 Lamun Berjenis Enhalus Acroides. Foto: Malkan Madani

###

TENTANG GLF   

Global Landscapes Forum (GLF) adalah platform berbasis pengetahuan terbesar di dunia tentang penggunaan lahan terpadu, yang menghubungkan orang-orang dengan visi bersama untuk menciptakan bentang alam yang produktif, menguntungkan, adil, dan tangguh. GLF dipimpin oleh Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF), bekerja sama dengan pendiri bersama UNEP dan World Bank, serta anggota pendiri lainnya. Pelajari lebih lanjut di www.globallandscapesforum.org  

TENTANG PROGRAM RESTORATION STEWARDS  

Restoration Stewards adalah program pemuda yang berakar pada kepedulian, kepemimpinan bentang alam, keragaman, persilangan, dan keadilan antar generasi. Diluncurkan pada 2020 oleh Global Landscapes Forum (GLF) dan Youth in Landscapes Initiative (YIL), program ini bertujuan untuk mendukung upaya tim pemuda dalam memulihkan lanskap dan perairan mereka secara holistik sambil memelihara keragaman biokultural. Pelajari lebih lanjut di stewards.globallandscapesforum.org

TENTANG YIL  

Youth in Landscapes Initiative (YIL) adalah jaringan dan gerakan global yang terus berkembang, melibatkan lebih dari 1,3 juta pemuda yang bekerja dan belajar di berbagai bentang alam di seluruh dunia. Inisiatif ini merupakan kemitraan antara International Forestry Students’ Association (IFSA), Young Professionals for Agricultural Development (YPARD), Youth 4 Nature (Y4N) dan Global Youth Biodiversity Network (GYBN), yang bersatu untuk menyelenggarakan lokakarya, bimbingan, pelatihan, dan jaringan. Saat ini, YIL telah menjadi gerakan global pemuda yang berkomitmen untuk hidup dan mengamalkan filosofi bentang alam: kolaborasi, keragaman, dan tindakan kolektif. Pelajari lebih lanjut di https://youth.globallandscapesforum.org/about/

                                                             

Share your thoughts with us