
Sekolah Rakyat Butuni (SERABUT), kini bergabung dalam GLFx network yang diikuti berbagai organisasi perempuan, anak muda, masyarakat adat, dan keturunan Afrika di seluruh dunia untuk memperkuat dampak di bidang iklim, ecopreneurship, dan konservasi.
Bonn, Jerman (19 Februari 2026) – Dua belas inisiatif akar rumput bergabung dalam jejaring global GLFx yang diinisiasi Global Landscapes Forum (GLF), platform dan komunitas terkemuka yang berfokus pada penggunaan lahan berkelanjutan.
Mereka terpilih dari 818 organisasi yang mendaftar, dan kini bergabung dengan 50 GLFx chapter yang tersebar di 33 negara dan melibatkan lebih dari 70.000 orang dalam 400 aksi restorasi lahan.
Pada tahun ini Sekolah Rakyat Butuni (SERABUT), organisasi yang diinisiasi masyarakat adat di Pulau Buton, terpilih untuk bergabung dalam jaringan ini dan menjadi tuan rumah GLFx Buton.
“Bergabung dengan GLFx network bukan hanya membuka akses terhadap kolaborasi internasional, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengetahuan dan menjembatani komunitas akar rumput dengan komunitas global. Ini adalah kesempatan kami untuk menujukkan kerja-kerja restorasi di Pulau Buton,” – ujar La Ode Fitriyadi, koordinator GLFx Buton.
Melalui program agroforestri dan restorasi, SERABUT berupaya menahan dampak meluasnya proyek pertambangan di Pulau Buton. Mereka menjalankan berbagai kegiatan, termasuk restorasi ekosistem berbasis komunitas, perlindungan hak-hak masyarakat adat, pertanian regeneratif, dan perlindungan hutan dan area pesisir termasuk keanekaragaman hayati laut di dalamnya.
GLFx Buton menambah jajaran GLFx chapter di Indonesia yang sebelumnya sudah bergabung dalam jejaring tersebut, yaitu GLFx Java yang dipimpin oleh Yayasan Patera, GLFx Kalimantan yang dipimpin Yayasan Ranu Welum, dan GLFx Aceh yang dipimpin Rumah Relawan Remaja.
Melalui jejaring ini, berbagai organisasi di tingkat tapak berkesempatan memperkuat jejaring dan kerja sama di tingkat regional maupun global, bertukar pengalaman dan pembelajaran, mendapat publisitas di tingkat global, dan kesempatan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan internasional. Mereka juga mendapatkan akses pendanaan untuk pengelolaan lahan berkelanjutan.
“GLFx beraspirasi mendukung organisasi dan komunitas lokal untuk terhubung, berkolaborasi, dan memulihkan lingkungan yang selama ini menopang kehidupan dan kesejahteraan kita. Bersama-sama, kami membentuk model kemitraan berbasis kepercayaan di mana peluang dan sumber daya didesain untuk mendukung dan mengadvokasi kepemimpinan dan otonomi masyarakat. Kami percaya restorasi lahan di tingkat global dapat terwujud jika kita memperkuat organisasi-organisasi lokal,” ujar Ana Yi-Soto, Koordinator Program GLFx di Global Landscapes Forum.
Program-program yang diberikan kepada anggota GLFx network diharapkan dapat memperkuat posisi organisasi-organisasi di tingkat tapak sebagai garda terdepan dalam kegiatan restorasi dan perlindungan ekosistem dunia. Selain itu, berbagai program pendampingan dan peningkatan kapasitas untuk organisasi dan anggotanya juga bertujuan mengangkat kepercayaan diri mereka dalam menjalankan program restorasi lingkungan.
Salah satu praktik baik ditunjukkan oleh GLFx Java yang memfasilitasi program restorasi di Sukabumi, Jawa Barat dan mengadakan program pertukaran antarpetani pada 2024 lalu.
“Mendapat kepercayaan untuk berbagi pengalaman bersama komunitas dan praktisi restorasi lingkungan di Indonesia dan Asia menumbuhkan rasa percaya diri saya. Ternyata apa yang saya lakukan selama ini berarti bagi lingkungan,” ujar Nia, Ketua Kelompok Wanita Tani di Desa Padasenang, Sukabumi, yang bekerja bersama GLFx Java untuk merestorasi lahan dengan skema perhutanan sosial dan agroforestri sejak 2024.
Chapter GLFx yang bergabung pada 2026 dipimpin oleh perempuan, masyarakat adat, pemuda, dan komunitas keturunan Afrika, dengan fokus utama pada adaptasi perubahan iklim, kewirausahaan hijau (ecopreneurship), serta konservasi keanekaragaman hayati di berbagai ekosistem di seluruh dunia.
Daftar lengkap organisasi yang bergabung dalam GLFx network pada 2026
📍 Asia-Pasifik
- GLFx Wabag-Enga, dipimpin oleh Wabag District Coffee Growers Cooperative Society (GLFx chapter pertama di Papua Nugini).
- GLFx Vanuatu, dipimpin oleh Mitingar Women & Girls Association (GLFx chapter pertama di Vanuatu)
📍Afrika
- GLFx Sidama, dipimpin oleh Integrated Women’s Development Organization (GLFx chapter pertama di Ethiopia).
- GLFx Machakos, dipimpin oleh inisiatif Kijani Mtaani di Kenya.
- GLFx Sambirano, dipimpin oleh organisasi wirausaha sosial yang dipimpin oleh perempuan di Madagaskar, SoaRoots ReForest.
- GLFx Msimbazi, dipimpin oleh inisiatif Environmental Conservation Community of Tanzania (ECCT) yang dipimpin perempuan.
- GLFx Kalangala, dipimpin oleh Beautiful Periods Uganda.
📍 Amerika Latin:
- GLFx Wikina Wos, dipimpin oleh Alianza Wichi, yang bekerja dengan masyarakat adat di Argentina.
- GLFx Cerrado Goiano, dipimpin oleh Pró-Onça Institute di Brazil yang dipimin oleh perempuan.
- GLFx Napo-Cotopaxi, dipimpin oleh Fundación Ecosistemas en Acción (ECO-ACCIÓN) di Ecuador.
- GLFx Sisal, dipimpin oleh Reciclando Dunas di Mexico.
Pelajari lebih lanjut tentang GLFx chapters.

###
CATATAN UNTUK EDITOR
- Unduh foto dari berbagai lanskap dan komunitas dalam GLFx di sini
- Unduh berbagai materi visual dari GLFx chapter angkatan 2026 di Trello
- Untuk informasi lebih lanjut dan mengatur wawancara, hubungi Kelly Quintero (k.quintero@cifor-icraf.org)
TENTANG GLF
Global Landscapes Forum (GLF) adalah platform berbasis pengetahuan terbesar di dunia tentang penggunaan lahan terpadu, yang menghubungkan orang-orang dengan visi bersama untuk menciptakan bentang alam yang produktif, menguntungkan, adil, dan tangguh. GLF dipimpin oleh Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF), bekerja sama dengan pendiri bersama UNEP dan World Bank, serta anggota pendiri lainnya. Pelajari lebih lanjut di www.globallandscapesforum.org.
TENTANG GLFx
GLFx adalah jaringan inisiatif akar rumput yang independen, berorientasi pada komunitas, dan berupaya mentransformasi lanskap mereka dari tingkat lokal sekaligus mengadvokasi perubahan kebijakan. GLFx dirancang untuk mempercepat aksi lokal menuju restorasi lanskap global dengan menghubungkan para anggotanya dengan pengetahuan, alat, dan jaringan yang diperlukan untuk mencapai perubahan yang berkelanjutan dan menyeluruh. GLFx didukung oleh entitas Jerman, yaitu International Climate Initiative (IKI) dan Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ), serta Robert Bosch Stiftung dan International Model Forest Network (IMFN), bekerja sama dengan Pemerintah Canada. Pelajari lebih lanjut di globallandscapesforum.org/about-glfx/.
Share your thoughts with us